Pages

Subscribe:

Friday, March 15, 2013

Pelangi Sehabis Hujan - Chapter 1



Rintik hujan yang mengguyur sejak malam tadi menyisakan tetes-tetes air diatas dedaunan. Pun demikian dengan jalanan yang terlihat masih basah. Jauh disana, terlihat aktivitas dari mahasiswa/i yang memasuki gerbang kampus. Hari ini merupakan hari pertama setelah libur lebaran di kampus.
Semilir angin menerpa wajahnya. Seorang gadis memasuki halaman kampus, tempatnya kuliah. Gadis itu mengenakan kaos berwarna putih dengan rok jeans berwarna hitam, panjang rok tersebut lima senti diatas lutut.  Hati gadis itu sedang diliputi oleh kekesalan kepada tunangannya. Hampir dua bulan, tunangan gadis ini tidak memberi kabar sama sekali akan keberadaannya. Sehingga membuat gadis tersebut menjadi sedih,dan  khawatir.
Segala usaha telah dilakukan oleh gadis ini seperti mencari ke rumahnya dan kantornya kemudian juga menanyakan kepada teman-teman tunangannya. Tetapi semuanya itu tidak ada hasilnya karena jawaban dari semuanya yaitu mereka tidak mengetahui keberadaan sang tunangannya. Gadis tersebut berkenalan dengan tunangannya karena tunangan gadis itu merupakan kakak dari teman baiknya dan selain itu juga tempat tinggal mereka dekat. Mereka telah bertunangan selama satu tahun, dan rencananya tahun depan mereka akan menikah.
“Ella… Gabriella,” teriak seorang pria yang memanggil gadis tersebut. Gadis tersebut sempat tidak mendengar panggilan tersebut karena dia sibuk dengan pikirannya sehingga membuat pria tersebut harus memanggil lagi.
“Jay, maaf tadi aku ga dengar kamu panggil aku,” ujar Gabriella yang menghentikan langkah kakinya dan menoleh kepada Jaydan setelah mendengar Jaydan berteriak memanggil namanya untuk kesekian kali. Gabriella mengenal Jaydan sudah lama. Jaydan Lucas Smith adalah adik kandung Frederick Matthew Smith, tunangannya, dan keduanya merupakan blasteran Inggris-China. Penampilan fisik mereka tidak banyak berbeda.Tubuh mereka sama-sama berdada bidang dan bertubuh atletis selain itu mereka juga ganteng. Tinggi badanlah yang membedakan keduanya, tinggi badan Jaydan yaitu seratus delapan puluh tujuh senti sedangkan tinggi badan Frederick yaitu seratus delapan puluh senti. Selain tinggi badan, gaya rambut mereka juga berbeda. Gaya rambut Frederick model spike, sedangkan gaya rambut Jaydan model Taylor Lautner (pemeran Jacob Black di film Twilight Saga).
Gabriella, Jaydan dan Frederick merupakan teman sepermainan semenjak Gabriella pindah dekat rumah mereka. Ya, Frederick merupakan tunangannya. Diantara mereka bertiga, dia-lah yang paling muda. Usianya beda empat tahun sama Frederick, sedangkan sama Jaydan usianya beda dua tahun.
“Gabriella Florence… lLah ini anak malah bengong lagi,” kata Jaydan yang memanggil Gabriella dengan nama lengkapnya sembari mengguncangkan bahunya.
“Oups… Maaf, Jay. Kamu sudah dapat kabar dari Frederick?” tanya Gabriella kepada Jaydan. Karena dia meminta supaya kalau Jaydan mendapat kabar dari Frederick segera memberitahunya.
“Aku belum dapat kabar dari Frederick. Aku pasti akan memberitahu kamu kalau aku mendapat kabar dari Frederick. La, apa kamu ada acara hari sabtu besok?” tanya Jaydan sambil jalan menyesesuaikan langkah kakinya dengan Gabriella.
“Hm…,” ujar Gabriella. Yah, memang semenjak Frederick menghilang Jaydan lah yang selalu mengajak dia keluar rumah walaupun dia rada malas keluar rumah.
“Aku ada undangan di Hotel Mulia. Aku ingin kamu ikut dengan aku,” ujar Jaydan.
“Hmm…,”
“Ayolah. Mungkin Frederick ada urusan yang urgent banget kali, makanya dia sampai tidak sempat menghubungi kamu,”
“Ya…. Tapi dia sama sekali tidak pernah kaya begini. Yang tidak menghubungi aku sama sekali,”
“Sudahlah, lagian nanti kan dia juga balik lagi. Kamu mau menemani aku kan?” tanya Jaydan penuh harap. Semoga Gabriella mau ikut, kata Jaydan dalam hati . Semenjak Frederick menghilang tanpa kabar, dia melihat Gabriella telah banyak berubah, lebih banyak murung, tidak konsentrasi dan yang terutama dia jadi lebih pendiam, jarang tersenyum. Padahal Jaydan menyukai Gabriella karena salah satunya yaitu senyumannya. Senyum Gabriella cantik sekali bahkan lebih cantik dari senyum Monalisa. Dia juga melihat kalau Gabriella terlihat lebih kurus dibanding dua bulan lalu.
“Baiklah, jam berapa kamu jemput aku?” ujar Gabriella.
“Jam enam sore, aku jemput kamu. Kamu sekarang ada mata kuliah apa?”
“Calculus,”
“Aku ikut masuk ke kelas kamu ya,” kata Jaydan begitu melihat bahwa mereka telah sampai di kelas yang mau dituju oleh Gabriella.
Gabriella melangkahkan kakinya memasuki kelas tersebut, dia tidak menjawab pertanyaan Jaydan. Dia menaruh tasnya dibangku, kemudian disusul oleh Jaydan yang juga melakukan hal yang sama dengannya.
Kemudian mereka sama-sama diam,  keduanya termenung dengan beribu pikiran yang tidak menentu. Pikiran Gabriellan tertuju ke tunangannya, sedangkan pikiran Jaydan mengkhawatirkan orang disebelahnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena tidak lama kemudian dosen masuk ke ruang kuliah dan mulai mengajar.
Selama dosen menerangkan mata kuliah Calculus, Jaydan terus melirik Gabriella. Dia sangat mengkhawatirkan Gabriella. Nun jauh disudut relung hatinya, dia sangat menyayangi Gabriella. Dia tidak tahan melihat Gabriella terus menderita karena Frederick. Bagi dia, kebahagiaan Gabriella lah yang terpenting.
Syukurlah pikir Jaydan begitu melihat Gabriella sedang mencatat mata kuliah yang diberikan oleh dosennya. Pikirannya melayang ke beberapa tahun lalu, ketika dia baru pertama kalinya dia berkenalan dengan Gabriella, gadis manis yang berlesung pipit. Ketika itu, orang tuanya memutuskan pindah rumah dari daerah Gunung Sahari ke Kelapa Gading. Rumah orang tuannnya dengan rumah orang tua Gabriella bersebelahan.
Selain itu, sewaktu dia memasuki Sekolah Menengah Pertama, di sekolah inilah dia mengenal Gabriella karena sama-sama terlibat dalam kegiatan OSIS. Sejak saat itulah mereka berdua tidak terpisahkan. Sampai akhirnya, Gabriella menjalin hubungan dengan Frederick, Jaydan tetap berteman baik dengan Gabriella.
“Ok, Saudara/I sekalian, bulan depan sudah akan dimulai pertukaran mahasiswa/I ke London. Dimana kalian yang sudah terpilih harus mengikuti pelajaran disana selama setahun, sesudah setahun kalian akan kembali ke Jakarta dan menyusun thesis. Thesis kalian tersebut yang merupakan ukuran bagi nilai kelulusan kalian. Dan nama-nama yang saya sebutkan nanti menghadap ke saya yaitu Daisy, Kevin, Gabriella, ” ujar Dosen yang membuyarkan pikiran Jaydan. Lalu dosen meninggalkan ruangan setelah pemberitahuan.
"Kamu mau ke ruangan Pak Andre ya? Tanya Jaydan
"Iya. Kamu kalau ada urusan, pulang aja. Nanti aku bisa pulang sendiri koq," kata Gabriella
"Aku tungguin kamu di kantin selama kamu ke ruangan Pak Andre. Take your time," kata Jaydan
"Ah kamu baik banget. Ok, Jay. Thanks. Nanti kalau sudah selesai, aku langsung ke kantin. See you,” kata Gabriella.
Jaydan menuju ke kantin kampus untuk menunggu Gabriella yang sedang menemui dosennya. Setelah selesai urusannya yang berkaitan dengan dosen tersebut, Gabriella berjalan keluar dari ruangan dosen menuju kantin kampus.

No comments:

Post a Comment